Senin, 05 Oktober 2009

Asal Mula Ganja

Ganja lebih dikenal sebagai tumbuhan yang bisa bikin euforia alias ente bisa ngerasa senang walau dengan sebab yang tak jelas pangkalnya. Ini dikarenakan salah satu kandungan yang dimilikinya yang disebut THC atau tetrahydrocannabinol yang merupakan sejenis zat psikoaktif. Istilah lain untuk Ganja adalah marijuana, tampee, pot, weed, dope atau green stuff (slang bahasa Inggris), cimeng atau gele (slang bahasa Indonesia).



Tapi posting ini aku ga ada niat nyoba ngebahas segala perkara tentang euforia [baca:memabukkan]. Posting ini cuma mencoba mencari hal positif dari sebuah tanaman Ganja. Ga ada sesuatu tercipta dengan kesia-siaan.

Tanaman ini pertama kali ditemukan 8000 SM, umumnya digunakan saat itu sebagai bahan tekstil. Ganja dewasa bisa mencapai tinggi empat meter dengan batang bercabang dan termasuk cabang rumput. Makanya tanaman ini digolongkan dalam tanaman perdu. Jumlah daun dalam tiap tangkai selalu dalam jumlah ganjil 5, 7 ato 9. Sedangkan bunganya sudah dapat dilihat pada umur 6 bulan meskipun dalam ukuran yang cukup kecil. Bijinya sendiri berwarna hitam kecoklatan dan mengkilap serta mengandung minyak. Mungkin kalo sedikit penelitian lebih lanjut, ganja bisa dijadikan salah satu sumber minyak alternatif.



[kalo lo ngerasa di sela-sela pekarangan rumah lo nongol daun macem gini, weisss.... cepat2 nentuin pilihan, milih musibah atooo mungkin rezeki yang tak terduga... Ingat lhooo....!!! Kesempatan tu ga dateng 2 kali.... wakakakak]

Okeh....okeh...... mari kembali kembali kepada jalan yang lurus....
Wuuu.......saaaa.....

Nama latin untuk tanaman ini adalah Cannabis sativa, selanjutnya tanaman ini di bagi menjadi dua jenis menjadi C. sativa sativa dan C. sativa indica (disingkatkan aja dengan CSS dan CSI). Nah, jenis subspesias yang bikin orang pada mabuk adalah subspesies CSI. CSI mengandung kadar THC diatas 0,3% dan ini tergolong tanaman narkotika. THC adalah bahan kimia ilegal yang paling populer di dunia, dan merupakan zat rekreasional peringkat keempat setelah kopi, alkohol, dan nikotin. Ngomong soal kopi dan nikotin jadi ngeliat diri sendiri......

Sedangkan subspesies CSS tergolong dalam tanaman yang mengandung THC dibawah 0,3%. Kandungan kimia lain untuk Cannabis sativa adalah cannabinoid (CBN). Cannadibiol (CBD) yang merupakan kandungan utama dari CBN tidak bersifat psikotomimetik, istilah untuk dampak psikologis euforia, seperi pada THC. Sehingga bisa disimpulkan tanaman ganja yang memiliki banyak keunggulan adalah tanaman dari subspesies CSS dan sering disebut cannabis sativa saja. Meskipun ada saja jenis dari subspesies ini yang mengandung THC 1-10 %, dalam bahasa latin dikenal dengan nama Cannabis sativa L.

Kulit batang ganja kaya akan serat berkualitas yang baik untuk bahan tekstil, kayunya dapat dijadikan bahan kertas berkualitas tinggi untuk kertas rokok dan uang kertas. Bijinya yang mengandung minyak dapat diolah untuk minyak sayur atau bahan kosmetik [hati-hati para kosmetikaholik, ente2 pade bisa memanjakan diri dengan ganja....Hmmm.....].

Kalo diliat2 macemnya ini tanaman hampir semua bagiannya bermanfaat. Tapi, ada suatu nilai plus dari bercocok tanam ganja. Tidak terlalu membutuhkan perhatian khusus. Soalnya desas desus yang beredar diseputaran telingan aku, sebarkan benihnya trus pulang dan kembali untuk panen. Praktis betul yaa....!!!

[Tapi belum tau ini untuk subspesies yang mana, atau mungkin ini cuma sekedar kabar angin. Maklum, bukan pembudidaya......]

Kalo mo mencoba googling, coba aja ketik keyword hemp. Itu merupakan salah satu jenis ganja yang paling populer dari segi positif. Hemp termasuk golongan yang rendah kandungan THC. Coba aja buka situs ini. Disitu anda bakal ngeliat berbagai macem produk dari hemp.

Cuma sayang seribu sayang, kepopuleran hemp tidak sepopuler jenis ganja yang lain seperti marijuana. Marijuana termasuk jenis yang mengandung kadar THC tinggi dan tentunya bisa bikin lo semua pada mabok. Lagi pula teknologi sekarang juga mampu mengoloh jenis ganja yang mengandung THC rendah menjadi tinggi. Bisa dibilang kekhawatiran akan ganja sebagai tanaman memabukkan tetap akan ada pada keseluruhan jenisnya.

Jadi, bisa disimpulkan pemanfaatan ganja merupakan pemanfaatan yang penuh dengan resiko tinggi. Tapi, setidaknya ganja bukan merupakan tanaman yang tercipta murni untuk memabukkan. Sebelum nutup aku mo berbagi suatu situs yang berisi cerita pesta ganja dan keurja udeep.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar